Kamis, 01 Oktober 2020

 

Assalamualaikum Wr. Wb.


Bismillah...

Hai hai haiiii....

Apa kabar pembaca setiaku? Kali ini aku memutuskan untuk kembali, kembali mengumpulkan niat dan spare waktu lebih untuk memulai hobi lamaku, menulis. Melalui tulisanku ini aku berharap semoga ada manfaat yang bisa teman – teman peroleh, serta semoga teman – teman pembaca menyukainya. Nahh, ditulisan kali ini aku ingin sharing – sharing ringan aja nih sama kalian. Ngga usah yang berat – berat ya topiknya (karena beban idup saat ini udah jauh lebih berat say, ya kaannn wkwk.....)

Ditengah masa pandemic Covid – 19 ini, siapa nih yang sudah merasa jenuh dirumah? Ada yang bosen ngga WFH lagi dan lagi? Pengen keluar rumah berlibur ke tempat wisata atau alam terbuka, tapi worry sama Covid – 19?? Yukk angkat jempol kalo kita senasib hahaha....
Di masa – masa seperti saat ini dimana kita sedang dilanda sebuah pandemi banyak diantara kita yang harus menahan diri untuk bisa pergi berwisata bersama keluarga. Tidak hanya kalian, aku pun demikian. Masih harus berpikir berulang – ulang setiap kali merencanakan untuk pergi ke tempat wisata, sekalipun yang ada di dalam kota. Mengingat sampai saat ini jumlah positif Covid – 19 di Indonesia masih saja terus meningkat. Naah, karena saat ini aku belum cukup berani untuk berwisata lagi, pada tulisanku kali ini aku akan bercerita pada kalian tentang tempat – tempat wisata favoritku. Sekalian flash back (hehe). Kira – kira tempat apa sajakah itu??


1. Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran (TNB) merupakan salah satu destinasi wisata dan edukasi yang favorit untukku. Whyy?? Karena menurutku TNB ini paket komplit. Kita bisa berwisata sambil belajar disana. Ekosistemnya masih bener – bener alami, disana kita bisa melihat berbagai macam hewan secara langsung di habitat aslinya. Jarak dari Jember ke Baluran memakan waktu kurang lebih 3 jam, aku memilih untuk melalui rute utara (Jember – Bondowoso dan Situbondo). Saranku jika kalian ingin pergi ke TNB akan lebih enak jika berangkat lebih pagi. Sebab pada pagi hari cuaca masih segar selain itu kalian bisa mengeksplore Baluran dengan puas, pada pagi hari juga banyak satwa endemic yang bisa kalian temui. Nah, untuk biaya masuk sendiri cukup terjangkau ya untuk wisatawan lokal cukup merogoh kocek Rp. 5.000,00 rupiah (weekdays) dan Rp. 7500,00 (weekend). Sedangkan untuk wisatawan Asing Rp. 150.000,00 (weekdays) dan Rp. 225.000,00 (weekend). Teman – teman juga busa melakukan penelitian loh di TNB. Info lebih lanjut, teman – teman akses di website resmi Taman Nasional Baluran di https://balurannationalpark.id/.

 

TNB memiliki banyak sekali spot – spot foto yang keren dan instagramable banget. Salah satu contoh yang paling populer dan hits untuk dijadikan tempat foto adalah Savana Bekol. Siapa nih yang ngga tau Savana Bekol? Tempat ini nih wajib untuk temen – temen abadikan pada saat berwisata ke TNB. Tempatnya iconic banget, disana ada tulang rangka kepala banteng – banteng yang di display sedemikian rupa sehingga tampak sangat menarik. Selain itu kalo kalian ini membuat video ala – ala Raissa juga bisa banget disini. Karena Raissa juga pernah shooting di Savana Bekol ini loh gaess, keren kan. Savana Bekol ini sering disebut pula sebagai Africa van Java. Sebab memang atmosfer disini udah ala – ala Savana Africa yang biasanya kita tonton di channel NatGeo Wild gitu. Jika beruntung teman – teman bisa menjumpai banteng disini, banteng ini adalah salah satu satwa endemic Baluran yang dilindungi. Pada siang hari biasanya akan mudah  juga kita jumpai kerbau – kerbau liar berkubang di area Savana Bekol. Selain banteng dan kerbau, teman – teman juga bisa melihat rusa hutan dan burung merak bermain bebas di alam liar. Hm, udah kebayang kan ya gimana kerennya.

            Selain Savana Bekol yang sudah terkenal di dalam dan di mancanegara. Sebenarnya TNB juga punya banyak spot lain loh yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Pantai Bama. Pantai Bama bukan hanya menyajikan panorama pasir putih yang cantik. Di sisi kanan pantai Bama dapat kita jumpai barisan pohon bakau yang tumbuh dengan rimbun. Jika ditelusuri lebih jauh, maka kalian akan sampai pada sebuah dermaga pinggir pantai. Kita bisa melihat hamparan lautan luas dari sana, selain itu dibawah tiang – tiang dermaga bisa kita saksikan gerombolan ikan yang menari kesana – kemari. Cantiiiikkkkk sekali, bikin betah berlama – lama dan ngga mau pulang rasanya.....

Dokumentasi Pribadi, 2015

           Selain ekosistem Savana dan pantai, TNB juga memiliki beragam jenis ekosistem lain loo. Ada ekosistem juga hutan hijau sepanjang tahun (evergreen), hutan pantai, hutan ekoton, hutan mangrove dan hutan musim. Lengkap banget kan yaa...

2. Taman Sari

Perjalananku ke Jogja kala itu tercetus secara tiba – tiba dan spontan akibat kejenuhan merasakan kehidupan drama bangku kuliah. Dimana tugas – tugas menumpuk tiada henti, praktikum terus dikebut bahkan dari subuh sampai bisa tembus pukul 23.00. Belum lagi ngerjain laporan praktikumnya, intinya pada waktu itu bisa sekedar rebahan atau tidur 4-5 jam aja udah bersyukur banget. Semester ganjil adalah momok paling menyeramkan bagi sebagian pelajar yang ada di Indonesia. Identik dengan bobot materi yang lebih banyak dan sulit daripada tahun ajaran genap, sampai saat ini aku juga masih bingung kenapa hal itu bisa terjadi. Kembali lagi ke cerita, singkatnya karena kejenuhan dan kebosanan. Ibaratnya hidup cuma dibuat kuliah, praktikum, pulang ngerjain tugas, tidur bentar, berangkat kuliah tugas lagi, praktikum lagi, muter aja terus kaya gitu selama satu semester full. Ngga ada  happy  - happy, ngga ada nongkrong, ngga ada main – main. Bisa istirahat pas lagi sakit aja, betapa membosankannya hidup jika terus seperti itu. Akhirnya aku dan sahabat – sahabat lamaku memutuskan untuk pergi ke Jogja. Sembari sekalian main kerumah teman lama kami, sahabat main semanjak duduk dibangku SMP yang kini sudah pindah domisili ke Klaten, Jawa Tengah.

Destinasi wisata favorit yang menjadi referensi sahabatku  adalah Taman Sari yang terletak di tengah – tengah Daerah Istimewa Yogyakarta.  Letaknya ada ditengah pemukiman warga, 5 menit dari Malioboro dan alun – alun kidul (atau yang biasa disingkat Alkid oleh warga Yogya). Tiket masuknya pun sangat terjangkau hanya Rp. 5000,00 untuk wisatawan lokal. Akan ada biaya tambahan jika kalian membawa camera SLR / DSLR pribadi (tapi mohon maaf, lupa tepatnya berapa wkwk). Memasuki area Taman Sari suasana tradisional Jawa Kuno sangat kental. Di parkiran luar kalian dapat menjumpai rumah dengan desain Joglo yang masih terawat hingga saat ini.       
            Suasana disana sangat lekat dengan budaya Jawa. Konon, dahulu Taman Sari adalah bekas benteng kerajaan. Kawasan wisata ini cukup luas, terbentang hingga kurang lebih seluas 10 hektare. Di bagian dalam terdapat bermacam – macam bangunan, seperti benteng, kolam pemandian dibagian tengah, masjid bawah tanah, lorong bawah air, dll. Itulah kenapa pada saat itu tidak cukup sehari bagiku untuk mengeksplore tempat bersejarah tersebut. Pertama kali kesana bertepatan dengan moment weekend dan bisa kalian tebak, wisatawan sangat ramai. Sehingga untuk berfoto di salah satu objek saja masih harus antri terlebih dahulu. Merasa kurang puas dengan hasil foto – fotonya, di hari Seninnya aku dan sahabat – sahabatku memutuskan untuk kembali lagi mengeksplore Taman Sari. Alhamdulillah kondisi disana cenderung lebih sepi dibanding dengan pada saat weekend. Aku pun bisa dengan leluasa dan bebas untuk berfoto di beberapa spot foto menarik. Sayangnya, di sore hari hujan memaksaku untuk menyudahi perjalananku kala itu. Tetapi itu tidak membuatku sedih, sebab dua hari sudah cukup membuatku puas mengeksplore Taman Sari.

Info terupdate yang aku baca, di masa pandemic ini objek wisata taman sari tetap buka loh guys. Tetapi ada syarat yang harus kalian penuhi, yaitu harus masuk secara rombongan (10 orang) dengan menggunakan jasa tour guide. Oleh karena itu, biaya masuknya juga mengalami peningkatan yaitu Rp. 15.000,00. Selama masa pandemic ini pula, pengunjung tidak diperbolehkan untuk menyentuh bagian apapun dari taman sari. Jadi untuk kalian yang dalam waktu dekat merencakan libur ke Yogya, khususnya ada keinginan untuk pergi ke Taman Sari. Perhatikan info diatas dengan baik – baik ya.

 

Dokumentasi pribadi, 2017


3. Gunung Ijen

            Pegunungan Ijen adalah salah satu objek wisata rujukan yang menjadi tempat favoritku dan keluarga untuk menghabiskan waktu. Lokasinya cukup dekat dari Kabupaten Jember, dapat ditempuh kurang lebih sekitar 3 jam perjalanan dengan menggunakan mobil atau motor. Lokasinya ada diperbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Akan tetapi kami lebih sering lewat jalur Bondowoso tiap kali kesana, karena tidak perlu memutar terlalu jauh. Akses menuju kawasan wisata Gunung Ijen saat ini sudah sangat baik, mulai dari jalan utama hingga sampai ke tempat wisata.

            Objek wisata Pegunungan Ijen juga terbilang cukup lengkap. Bukan hanya wisata pendakian Gunung Ijen dan blue fire – nya yang menarik. Tetapi juga di dukung dengan banyak pilihan wisata lainnya, seperti kawasan kawah wurung, air terjun Belawan, pemandian air panas, petik strawberry, Guest House Jampit, dan masih banyak lagi. Jadi dalam sekali jalan kita bisa mendapatkan berbagai pilihan wisata sekaligus. Itulah salah satu alasan kenapa aku dan keluarga menjadikan kawasan Pegunungan Ijen sebagai destinasi favorit wisata keluarga. 


Dokumentasi pribadi, 2020

Saat ini yang sedang menjadi primadona adalah kawasan kawah wurung. Kawah wurung merupakan kawasan perbukitan yang dikelilingi oleh kebun sayuran masyarakat. Lokasinya terletak tidak jauh dari Kecamatan Sempol, hanya sekitar 30 menit. Tiket masuk kesana cukup murah hanya 5000 rupiah setiap orang dan 2000 rupiah tiket motor, sedangkan mobil 5000 rupiah. Kawasan kawah wurung terus berbenah dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari akses menuju kesana juga fasilitas yang ada di kawasan kawah wurungnya. Fasilitas disana cukup lengkap ada toilet, area outbond, gazebo, dan kursi – kursi yang instagramable.        

Matahari bersinar terik tapi tak terasa membakar sebab udara cukup dingin dan sejuk khas suasana pegunungan. Hamparan kebun sayur mayur terbentang luas memasuki area Kawah Wurung. Hektaran tanaman kubis, kentang dan wortel menambah cantik pemandangan di sisi kanan kiri tempat wisata ini. Tempat ini sangat recomended untuk kalian – kalian yang jenuh dengan suasana perkotaan atau dengan segala rutinitas sehari – hari.

Selain kawasan Kawah Wurung, masih banyak tempat lain di kaki gunung Ijen yang patut untuk teman – teman kunjungi. Salah satunya adalah pemandian air panas dan air terjun Belawan. Disana akan kalian temui sebuah kolam renang air panas, yang berasal dari sumber mata air panas alami yang ada di gunung Ijen. Konon dipercaya oleh sebagian masyarakat dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit, seperti penyakit kulit. Jika teman – teman tidak suka berendam air panas, bisa juga berendam air dingin pada kolam renang yang terletak di sebelah kolam air panas. Pengunjung tidak di tarik biaya pada saat ingin berwisata ke tempat ini. Hanya saja membayar uang parkir dan pada saat ingin menggunakan toilet saja. Tidak jauh dari kolam renang, dapat kalian temui air terjun setinggi 3-4 meter yang berada persih dibawah jalan yang kita lalui. Pada saat musim kemarau air yang mengalir sangat jernih dan segar. Bebatuan yang ada didasar sungai pun sampai bisa terlihat dengan jelas. Jika teman – teman merasa kurang puas dengan air terjun mini ini, teman – teman bisa melanjutkan perjalanan. Dengan rute yang masih sama, teman – teman tinggal mengikuti jalan saja untuk bisa menemui air terjun Belawan yang jauh lebih deras debiat airnya dibanding dengan yang disamping kolam air panas.

Minggu, 19 Oktober 2014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Personalia
Kaprodi:      Prof. Dr. Suratno, M.Si
Kepala Laboratorium:
1)           Laboratorium Biologi: Sulifah Apriliyani SPd, MPd.
2)            Laboratorium Sumber Belajar Biologi: Drs. Wachju Subchan, MS., PhD.
3)           Sub Laboratorium Zoologi: Drs. Joko Waluyo, M.Si
4)           Sub Laboratorium Botani: Dra. Pujiastuti, M.Si.

Sejarah Prodi Pendidikan Biologi
Program studii (Prodi) Pendidikan Biologi berdiri berdasarkan SK pendirian PS No.44 t DIKTI/ Kept 1984 tertanggal 18 Juli 1984 merupakan lembaga pendidikan yang mempersiapkan dan mencetak colon guru biologi profesional dan berkualitas, menguasai bidang biologi dan kependidikan, terampil di bidang teknologi informasi (TI) serta mampu bersaing di pasar bebas.
Tahun 1984 hingga tahun 1997 penyelenggaraan kuliah dan praktikum Prodi Pendidikan Biologi diselenggarakan di gedung I FKIP di jalan Kalimantan III Jember dengan daya tampung rata-rata 50 mahasiswa per angkatan. Mulai tahun 1998 penyelenggaraan kuliah dipindahkan ke gedung biologi, gedung III FKIP UNEJ.
Proses rekruitmen mahasiswa prodi Pendidikan Biologi dilakukan melalui jalur seleksi masuk perguruan tinggi dan jalur seleksi bakat dan minat. Sejak tahun 2006 proses rekruitmen disamping kedua jalur tersebut juga disediakan jenis jalur seleksi Iokal bagi program non reguler.
Hingga tahun 2008, prodi Pendidikan Biologi telah meluluskan sejumlah 870 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan mayoritas profesi utama sebagai pendidik berbagai jenjang pendidikan baik tingkat dasar, menengah, atas dan perguruan tinggi.
Berbagai jenis program hibah kompetisi Dikti yang diraih Prodi Pendidikan Biologi yaitu Semi-Que tahun 2003-2005, Hibah Kemitraan 2005, 2006, dan 2007 serta program SP-4 (Jurusan PMIPA). Hibah kompetisi tersebut telah meningkatkan kualitas akademik secara signifikan di Iingkungan Prodi Pendidikan Biologi. Peningkatan kualitas prodi meliputi pembenahan kurikulum, fasilitas pembelajaran berbasis TI, kemampuan dosen dalam mengembangan perencanaan dan media pembelajaran, peningkatan ketersediaan referensi yang dimiliki prodi, pengembangan pembelajaran biologi bilingual (bahasa Inggris - Indonesia), microteaching biologi berbahasa Inggris, praktek mengajar biologi berbahasa Inggris di Sekolah Bertaraf Intemasional (SBI), peningkatan penelitian bidang kependidikan biologi, tersedianya jumal yang dikelola prodi (BIOEDUKASI) yang diperuntukkan bagi semua kalangan guru, dosen atau para peneliti sebagai sarana komunikasi ilmiah di bidang biologi dan kependidikannya. Disamping itu prodi pendidikan biologi juga aktif kerjasama dan memberikan layanan kepada stakeholder khususnya sekolah dalam penelitian kependidikan dan pengembangan model-model pembelajaran biologi bilingual di Sekolah Bertaraf Intemasional (SBI).
Visi, Misi dan Tujuan Prodi
Visi
Mewujudkan masyarakat berkualitas berwawasan iingkungan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni serta iman dan taqwa dengan menguasai bidang biologi bercitrakan kependidikan.
Misi
1.       Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan yang profesional serta penelitian pengabdian masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan
2.       Membina, meningkatkan dan mengembangkan system menejemen teknologi pembelajaran yang berorientasi pada kualitas dan profesionalisme
3.       Membina dan mengembangkan kerjasama dengan lembaga lain di dalam dan di luar negeri
Tujuan
Mencetak sarjana pendidikan biologi yang profesional dalam proses pembelajaran, berbudi pekerti luhur dan mampu memecahkan masalah secara kritis serta rasional seiring dengan perkembangan IPTEK.
Sasaran
1.       Menguasai teori dan ketrampilan ilmu pendidikan biologi
2.       Menguasai unjuk kerja dalam bidang keguruan bagi colon guru biologi 
3.       Memiliki sikap, nilai, kebiasaan dan kecenderungan terhadap kepribadian yang menunjang pelaksanaan tugas sebagai tenaga pendidik bidang biologi

Spesifikasi Kompetensi Lulusan Program Studi Pend. Biologi
Kompetensi Utama
Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan bidang biologi sehingga dapat mengikuti dan memahami perkembangan biologi baik secara keilmuan maupun aplikasinya dalam bentuk teknologi selanjutnya diadaptasikan dalam bentuk pendidikan dan pembelajaran di sekolah jenjang SMP, SMA dan yang sederajad.
Kompetensi Pendukung
1.       Terampil dalam merancang. mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi program pembelajaran biologi berbasis teknologi informasi
2.       Berwawasan dan bersikap profesional sesuai bidang tugasnya serta mempunyai kepedulian tinggi terhadap masalah pendidikan biologi
3.       Berwawasan dan berpengetahuan luas bidang biologi dan pembelajarannya yang mernungkinkan dapat melakukan komunikasi ilmiah dan bersikap ilmiah dalam mengembangkan ilmu biologi dan pembelajarannya
Kompetensi lain
Mampu menyelenggarakan penelitian dan menganalisis hasil penelitian bidang biologi dan bidang pembelajaran biologi
KONDISI SUMBERDAYA DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PRODI PEND. BIOLOGI
Sarana dan Prasarana
Program Studii Pendidikan Biologi menyediakan ruang kuliah yang nyaman, laboratorium Biologi, Sublab Zoologi, Sublab Botani, Laboratorium Sumber Belajar Biologi, Perpustakaan, Laboratorium Lapangan, Kebun Percobaan, arena diskusi mahasiswa, Internet, green house dan musholla.
Kuliah dilengkapi fasilitas laboratorium biologi, dengan sub laboratorium botani dan sub laboratorium zoologi dengan tingkat frekwensi pemakaian yang sangat padat karena tidak hanya melayani kegiatan praktikum seluruh matakuliah, tetapi juga berbagai kegiatan penelitian mahasiswa, dosen dan Iayanan dari pihak Iuar prodi Pendidikan Biologi baik dari internal UNEJ maupun dari luar UNEJ.
Prasarana tersebut didukung dengan sarana pembelajaran multimedia dan E-learning serta jaringan Internet yang dapat diakses sewaktu-waktu. Laboratorium Sumber Belajar Biologi (LSBB) juga menyediakan CD pembelajaran mutakhir yang menunjang perkuliahan dan koleksi buku-buku text berbahasa Inggris keluaran terbaru yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa secara cuma­-cuma. Pembelajaran di kelas sebagian besar sudah menggunakan LCD.
Kualifikasi Staf Pengajar
Tenaga pengajar di program studii pendidikan Biologi memiliki kualifikasi cukup baik dengan dosen berkualifikasi Doktor dari Universitas dalam dan Iuar negeri (25,0%), magister (37,5%), dan sarjana (37,5%) .
Kualifikasi dosen terus menunjukkan perkembangan yang sangat positip yang ditandai sebagian dosen sedang melanjutan studii, yaitu sebanyak 2 orang sedang menempuh program doktor, 2 orang sedang menempuh program magister. Prodi pendidikan biologi mendorong setiap dosen untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya hingga jenjang tertinggi sehingga diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kualitas akademik internal.
Dosen pendidikan biologi memiliki produktivitas penelitian yang cukup baik, yang ditunjukkan oleh aktifnya dosen dalam penelitian biologi dan kependidikan baik dalam penelitian kompetitif, penelitian kerjasama dengan pemerintah daerah dan intansi terkait maupun penelifian mandiri. Penelitian dosen kompetitif yang telah dilakukan dosen prodi pendidikan biologi meliputi penelitian dasar (litdas), Riset dan Teknologi (Ristek), penelitian kependidikan baik classroom action research (CAR) maupun research for improving instructional (RII) yang digulirkan oleh dirjen dikti. Beberapa Staf prodi pendidikan biologi juga aktif terlibat dalam penelitian pengembangan kependidikan di beberapa kabupaten, baik Jember, Situbondo, Banyuwangi dan Pasuruan.
Pembelajaran Bilingual dan Hasilnya
Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan menggunakan pembelajaran bilingual pada sebagian besar matakuliah. Pembelajaran bilingual dilaksanakan secara proporsi gradual, yaitu pada semester awal diberikan dengan porsi yang sedikit (hingga 25%) dengan tujuan agar mahasiswa dapat menyesuaikan diri. Secara berangsur pada semester berikutnya proporsi pembelajaran berbahasa Inggris ditingkatkan. Dosen diberikan kewenangan untuk mengembangkan pembelajaran bilingual.
Pembelajaran bilingual di prodi pendidikan biologi telah menghasilkan produk yang menggembirakan, yaitu tahun 2007 sudah menghasilkan 20 colon guru (40%) yang mampu mengajar dengan duo bahasa (Inggris dan Indonesia) yang diproyeksikan mengisi kebutuhan guru baru di Sekolah Bertaraf Internasional.
Beasiswa
Terbuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa dari institusi negeri maupun swasta dari dalam dan luar negeri diantaranya PPA, BPM, Supersemar, BTP (Bantuan Tabun Pertama), BSM (Bantuan Studii Mahasiswa), PT Djarum, Marubeni, Lovin, Beasiswa Jepang, BI, dan lain-lain.
Lulusan
Lulusan program studii Pendidikan Biologi mendapatkan ijazah Sarjana Pendidikan (SPd) dan sekargus sertifikat mengajar akta IV, bagi lulusan akan terbuka lebar kesempatan untuk :
1)   Berprofesi sebagai tenaga pengajar di Depdiknas sebagai guru SMP/SMA/SMK maupun DEPAG guru MTs/ MA.
2)   Konsultan pendidikan IPA dan profesi sejenis lainnya.
3)   Staf pada beberapa departemen yang relevan (deptan, Departemen Kelautan dan Perikanan, BKSDA, dan departemen lainnya), ataupun instansi swasta.
4)   Berkesempatan melanjutkan ke jenjang S2 bidang kependidikan maupun non kependidikan Universitas dalam negeri maupun luar negeri.